Showing posts with label System Development. Show all posts
Showing posts with label System Development. Show all posts

November 15, 2007

Free Software

Beberapa hari ini ngikuti diskusi yang cukup hangat di milis Delphindo. diskusinya tentang berapa banyak developer delphi yang pake delphi original. delphi termasuk IDE yang cukup mahal memang. cuman sekarang sudah ada versi free dan versi murahnya.
ada sebuah quotation yang menjelaskan tentang free software. orang sering salah kaprah dengan istilah free software. quotation ini akan memberikan penjelasan tentang makna free software.
The word “free” in “free software” refers to freedom, not to price; the price paid for a copy of a free program may be zero, or small, or (rarely) quite large

selain istilah free software, juga istilah open source yang banyak mengundang perdebatan. orang akan menganggap open source = gratis. memang banyak aplikasi yang open source itu gratis, tapi tidak sedikit aplikasi open source yang tidak gratis. klo gak salah, mysql adalah salah satu contoh yang tidak gratis. mysql menerapkan dual license. gratis klo dipake untuk coba2x or dalam proses development. juga gratis klo di distribusikan dengan aplikasi open source yg gratis juga. tapi klo udah dipakai untuk operasional, ada comercial license yang harus ditanggung oleh customer, dan itu dibayar tiap tahun.
jadi bijaksanalah dalam menyikapi software yang tidak free dan tidak open source. karena hal itu memang tergantung dari pengembang, ingin menggunakan model mana dalam software yang dibuat. salah satu alasan yang masuk akal kenapa pengembang menggunakan model close source adalah agar client tidak perlu bersusah payah mengerti coding software tersebut, karena client tidak mempunyai sdm yang mengerti source code software tersebut. butuh sesuatu tinggal minta ke pengembang untuk menyediakan fasilitasnya.
bagaimana menurut pendapat anda?


Powered by ScribeFire.

November 13, 2007

Sistem Informasi VS Aplikasi Sistem Informasi

Kita sering denger istilah sistem informasi. biasanya kita langsung meng-identik-kan dengan IT. memang klo sekarang sistem informasi banyak yang menggunakan alat bantu dari bidang IT. sebagai orang yang menggeluti dunia IT, hal tersebut dapat menjadi "lahan" yang sangat menarik. hanya saja banyak juga orang melihat sistem informasi hanya dari sisi "alat bantu" tadi. orang bisa memberikan penilaian terhadap baik buruk nya alat bantu tadi dari outpu yang dihasilkan. misal output yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan, orang bisa bilang sistem informasi nya berjalan dengan baik. tapi misal output yang dihasilkan tidak sesuai harapan, orang bisa langsung menghukum bahwa alat bantu tadi salah. memang bisa jadi sih karena alat bantu tersebut yang salah. tapi banyak juga kasus yang menyebabkan "salah" nya alat bantu tersebut karena institusi tidak tahu apa kebutuhannya, tidak mempunyai SOP dan tidak mempunyai business rule yang kuat.
Sebagai pengembang software, apalagi pengembang software eksternal, sering juga menerima cap bahwa aplikasi yang dibuat adalah salah. dari sini timbul pertanyaan,
Apakah sebuah project sistem informasi berbasis IT juga termasuk penyusunan SOP, business rule, work flow?
Jawabannya bisa IYA dan bisa TIDAK. klo menurut saya tergantung dari lingkup project tersebut. apabila client menginginkan penyusunan, evaluasi atau dokumentasi SOP dan business rule, ya hal itu bisa kita lakukan. klo kita punya tenaga yg bidang ilmunya sesuai dengan bidang client, kita bisa langsung handle. tapi klo kita tidak punya, kita bisa menggunakan jasa tenaga dari luar. tapi yang jelas, pekerjaan tersebut menjadi komponen biaya tersendiri dalam sebuah project sistem informasi. jadi tidak serta merta masuk dalam proses SDLC.
tapi, kita sebagai pengembang software juga tidak boleh terlalu kaku. misal kita menemukan sebuah kejanggalan dalam work flow yg berjalan di client, kita bisa memberikan masukan dan saran. sekali lagi, hanya sebatas masukan dan saran. apabila diterima oleh client ya syukur, klo tidak diterima, kita bisa memberikan efek nya dikemudian hari. yang jelas keputusan tetap ditangan client. klo client merasa perlu untuk memperbaiki SOP dan business rule nya, kita bisa tawarkan jasa untuk hal tersebut.
Bagaimana menurut pendapat anda?


Powered by ScribeFire.